Gejala Awal Penyakit Tumor Otak

Gejala Awal Penyakit Tumor Otak – Penyakit tumor adalah penyakit yang disebabkan karena tumbuhnya sesuatu yang tidak normal primer, metastatic, dan juga adanya suatu perkembangan yang asalnya dari dalam otak dan yang menyokokng dari struktur otak. Pengobatan penyakit tumor otak dilakukan dengan dipengaruhi dari beberapa faktornya yakni tipe tumor, lokasi tumor, dan juga dari keadaan pasien. Pengobatan yang dilakukan salah satunya adalah pembedahan yang terjadi dengan secara terbuka dibagian cranium. Gejala awal penyakit tumor otak ini biasanya ditentukan dari daerah otak yang mengalami serangan dan juga seberapa luasnya penyakit tersebut.

Gejala Awal Penyakit Tumor Otak

Gejala Awal Penyakit Tumor Otak

Jenis penyakit tumor otak pada anak diibagi menjadi dua, yakni tumor sel glia yang merupakan salah satu penyakit tumor otak yang paling lazim dan biasanya terdiri dari berbagai jenis dan tipe sel dengan dari beberapa prognosis, termasuk diantaranya adalah astrositoma, ependimoma, dan globastoma. Sedangkan tipe kedua penyakit tumor otak ini adalah tumor neuroektodermal yang mungkin bisa muncul dari sederetan sel yang primitive yang tidak terdiferensiasi dan bisa menonjol pada sistem yang ada diseluruh sistem saraf sentral.

Gejala awal penyakit tumor otak biaasanya muncul dengan melihat lokasi, tipe serta laju dari pertumbuhan tumor otaknya dan usia anak. Biasanya, terdapat dua pola dalam penyajian yang sistemnya berbeda yakni gejala dan tanda dari adanya peningkatan tekanan intracranial dan juga tanda neurologis setempat. Tumor otak yang berbeda yang terjadi di fossa posterior yang utama bisa menimbulkan gejala tumor otak dan juga tanda dari peningkatan intracranial karena obstruksi jalur dari CSS dan berkembangnya masalah hidrosefalus.

Gejala awal penyakit tumor otak lainnya adalah perubahan yang terjadi dari kepribadian. Mereka yang menderita tumor otak biasanya akan lesu, menjadi mudah teriritasi, hiperaktid, dan juga mudah lupa sehingga menyebabkan nilai anak menjadi buruk. Sedangkan tekanan intracranial yang mengalami peningkatan ini biasanya ditandai dengan sakit yang ada pada kepala, muntah, diplopia, dan juga papiledema dan pada bayi terdapat gejala menonjolnya fontanela dan mengalami peningkatan ukuran pada kepala.

Karena penyakit tumor otak merupakan salah satu yang terjadi pada gangguan neurologis, maka gejala-gejala yang muncul pada penyakit tumor otak ini akan terjadi secara berurutan. Hal ini lah yang menyebabkan pentingnya melakukan anamnesis dan juga pemeriksaan pada penderita. Gejala neurologik yang muncul pada tumor otak biasanya merupakan 2 faktor yang disebabkan adanya suatu gangguan fokal yang terjadi akibat dari tumor dan juga tekanan yang terjadi secara intrakranial. Gangguan fokal yang terjadi jika adanya suatu penekanan pada jaringan otak dan juga adanya suatu infiltrasi atau invasi yang langsung terjadi pada parenkim otak dengan adanya suatu kerusakan pada neuron. Hal ini pasti merupakan suatu gangguan yang paling besar terjadi pada tumor yang terjadi dan berkembang tumbuh dengan lebih cepat. Perubahan pada asupan darah akan mengakibatkan terjadinya suatu tekanan yang bisa menimbulkan adanya tumor yang menyebabkan nekrosis tumbuh pada jaringan otak. Gangguan pada suplai darah atau asupan darah arteri yang umumnya merupakan suatu bentuk gejala dari hilangnya fungsi dengan akut dan bisa menjadi kacau karena adana suatuu gangguan cerebrovaskular primer.

Pemeriksaan yang dilakukan pada tumor otak adalah :

  1. CT scan dan MRI
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara menunjukkan semua tumor intrakranial ini menjadi suatu prosedur atau susunan awal dari pemeriksaan yang menunjukkan adanya suatu gejala yang progresif atau adanya suatu tanda dari penyakit otak yang ifus atau jga fokal, dan merupakan salah satu tanda  dari spesifik dari sindrom atau gejala pada tumor. Hal ini juga kadang sulit dibedakan dari tumor dengan abses maupun proses yang terjadi lainnya.
  2. Foto polos dada
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu mengetahui apakah tumor tadi berasal dari suatu metastatis yang bisa memberikan suatu gambaran nodul tunggal atau juga multiple pada otak
  3. Pemeriksaan cairan serebrospinal
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat adanya suatu sel-sel tumor dan juga sebagai marker tumor. Namun, biasanya pemeriksaan ini tidak rutin dilakukan terutama untuk pasien yang mempunyai massa otak yang lumayan besar. Dan umumnya, diagnosis yang dilakukan dalam bentuk diagnosis hitologik ini ditegakkan melalui suatu pemeriksaan patologi anatomi, sebagai salah satu cara yang tepat untuk membantu membedakan dari tumor dengan proses abses crebri atau abses proses infeksi.
  4. Biopsi stereostatik
    Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosis adanya suatu kedudukan pada tumor yang ada di dalam dan juga untuk memberikan suatu dasar pada pengobatan dan juga informasi pada prognosis.

Gejala Awal Penyakit Tumor Otak

http://tumorotak.org/gejala-awal-penyakit-tumor-otak/

Posted in Tumor Otak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyakit Tumor Pada Otak

Penyakit tumor pada otak memiliki berbagai macam tipe yang bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Tidak ada batasan usia yang bisa membatasi terjadinya penyakit ini. Penyakit tumor otak ini memang tidak menular namun sangat berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Penyebab dari penyakit tumor pada otak ini belum dapat diketahui hingga saat ini secara pasti, walaupun genetic dan faktor lingkungan juga dapat berperan sebagai penyebab dari adanya tumor otak ini dalam perkembangannya. Namun ada beberapa faktor resiko yang meliputi hal dibawah ini:

Faktor genetic.
Faktor keturunan penyakit tumor pada otak memanikan peranan yang kecil dalam penyebab utama sebagai brain tumor atau tumor otak. Dibawah 5%penderita penyakit glioma mempunyai sejarah keluarga yang menderita penyakit tumor otak. Beberapa penyakit warisan seperti tuberous selerosis, neurofibriomatosis tipe I, Turcot syndrome dan Li-Fraumeni cancer syndrome, bisa mempengaruhi pasien menjadi penderita glioma. Dan bagaimana juga, tumor-tumor ini cenderung terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang tidak terjadi pada mayoritas penderita glioma.

Penyakit Tumor Pada Otak

Penyakit Tumor Pada Otak

Gejala dan tanda spesifik yang terjadi pada tumor otak, biasanya menunjukkan pada keterangan lokasi intracranial tumor. Tanda-tanda lateral, meliputi hemiparesis, aphasia, dan visual-field deficitsnampak pada sekitar 50% pasien. Kejang merupakan gejala yang biasa nampak pada penyakit tumor pada otak, terjadi pada sekitar 25% pasien dengan high-grade glioma dan pada sekurangnya 50% dengan low-grade tumor. Seizure dapat terjadi pada keseluruhan maupun parsial.

Pemeriksaan penyakit tumor pada otak diagnosis dilakukan dengan cara terbaik dengan penggunaan cranial MRI. MRI harus menjadi suatu pemeriksaan pertama pada pasien dengan adanya tanda dan juga gejala yang ditunjukkan kelainana pada intracranial. MRI menggunakan magnetic filed bertenaga untuk menentukan nuclear magnetic spin dan resonasi yang tepat pada sebuah jaringan yang bervolume kecil. Jaringan ini yang berbeda dan juga memiliki nuclear magnetic spin dan resonasi yang berbeda pula.

CT scan juga merupakan salah satu bentuk pemeriksaan tumor pada otak. Pemeriksaan CT scan ini yang menggunakan sinar-X dengan penggunaan computer yang akan menghasilkan gambar organ-organ dari tubuh manusia. CT scan juga dapat digunakan apabila MRI tidak tersedia. Namun pada low-grade tumor pada posterior fossa dapat terlewatkan dengan CT scan.

Pengobatan pada penyakit tumor otak yang dilakukan salah satunya adalah dengan melakukan radiotherapy. Radioterapi merupakan salah satu pengobatan awal yang penting dalam hal penanganan dan penatalaksanaan dari proses keganasan tumor. Banyaknya penelitian yang menunjukkan bahwa modal awal dari terapi pembedahan yang dilakukan akan memberikan suatu hasil yang lebih optimal dan maksimal jika diberikan dengan suatu kombinasi terapi yang bersamaan dengan kemoterapi dan radioterapi.

Kebanyakan kasus tumor otak biasanya bersifat radioresponsif atau moderately sensitive. Hal ini yang membuat tumor dengan ukuran terbatas pada pemberian dosis tinggi dari radiasi yang diharapkan bisa membantu mengeradikasi semua sel-sel penyebab tumor otak. Namun, pemberian dosis ini haruslah dibatasi dengan suatu toleransi hariingan sehat yang ada disekelilingnya. Dan semakin dikit jaringan sehat yang ada maka akan semakin tinggi dosis yang harus diberikan. Hal ini bertujuan utnuk membantu menyiasati jika diperlukan suatu metode serta juga teknik pemberian pada radiasi dengan menggunakan tingkat presisi yang tinggi. Sedangkan glioma bisa ditangani dengan melakukan terapi radioterapi yang terarah pada tumornya sementara metastatis sedangan diterapi dengan menggunakan radiasi pada seluruh otak. Radioterapi juga dilakukan untuk penatalaksanaan pada jenis tumor otak yang jinak misalnya seperti penakit adenoma hipofisis.

Pengobatan tumor otak selanjutnya adalah melakukan kemoterapi. Kemoterapi yang dilakukan adalah dengan menggunakan powerfull drugs atau juga bahka  bisa juga menggunakan satu atau dikombinasikan. Tindakan ini biasanya dilakukan dengan maksud untuk membunuh dan memusnahkan sel tumor pada penderita. Biasanya obat yang diberikan adalah obat minum atau obat oral, Iv, atau bisa juga dengan cara shunt. Tindakan ini juga dilakukan di dalam siklus, dan biasanya satu siklus terdiri dari treatment yang intensif dalam waktu yang lebih singkat, kemudian diikuti dehgan waktu istirahat dan waktu pemulihan. Dan disaat siklus kedua sampai 4 sudah dilakukan dengan lengkap, maka biasanya pasien harus dianjurkan untuk beristirahat dan melihat apakah tumor memberikan respon pada adanya suatu trapi yang sudah dilakukan atau tidak.

Walaupun penyakit tumor otak ini sudah diobati, namun hanya sekitar 25% saja pada penderitanya yang bisa bertahan hidup selama kurang lebih 2 tahun. Prognosis yang dilakukan dengan baik biasanya ditemukan pada jenis astrositoma dan juga oligodendroglioma, dimana biasanya kanker atau tumor tidak akan kambuh dalam kurun waktu 3-5 tahun setelah pengobatan dilakukan. Dan sekitar 50% dari mereka yang mengalami meduloblastoma yang sudah diobati akan bertahan hidup lebih dari 5 tahun.

Penyakit Tumor Pada Otak

Posted in Tumor Otak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Tumor Pada Otak

Tumor pada otak cukup sering terjadi. Namun penyakit tumor otak ini diakibatkan karena keturunan atau genetic sangat jarang ada. Faktor penyebab tumor pada otak yang sampai saat ini belum diketahui. Sekali-sekali muncul suatu limfoma ganas, terutama jika da masalah dengan kekebalan tubuh. Pada penyakit tumor pada otak, yang menjadi focus masalah adalah ruangan, jadi meningginya tekanan yang ada di dalam tengkorak. Oleh karena itu, timbul nyeri kepala, mual dan juga muntah, gangguan penglihatan, dan rasa yang mengantuk. Dapat dipahami juga bahwa nyeri otak yang dirasakan merupakan nyeri yang menekan diseluruh kepala. Mual yang dirasakan adalah salah satu gejala sentral yang berasal dari susunan saraf pusat dan juga tidak ada hubungannya dengan makanan, lambung, perut, atau sesuatu maupun orang lain. Keluhan bisus terjadi karena tekanan yang aada dikepala pada saraf mata dan juga dorongan yang pada pemeriksaan mata terlihat sebagai edema dari selaput jaringan.

Tumor Pada Otak

Tumor Pada Otak

Gejala tumor pada otak yang lain adalah rasa mengantuk yang merupakan salah satu gejala sentral, dapat bertambah parah sampai menyebabkan pingsan pada si penderita dan berakhir dengan adanya koma. Rangsangan setempat pada otak karena adanya pertumbuhan yang masuk dari tumor ke dalam jaringan otak sehat, terlihat berupa pingsan dengan kejang atau epilepsy. Pada orang dewasa yang belum pernag mengalami pingsan pada sebelumnya, suatu serangan epileptic berulang, dan juga sangat mencurigakan. Terkadang serangan ini merupakan tanda atau gejala pertama pada tumor otak.

Gejala tumor otak yang ditunjukkan berkurangnya fungsi neurologis karena kehilangan jaringan otak adalah khas bagi suatu tumor ganas. Hilangnya fungsi dapat berbentuk berkurangnya fungsi motoris, dalam hal ini kelumpuhan tertentu yang terjadi pada satu otot atau kelompok otot. Berkurangnya fungsi sensoris, kehilangan rasa di dalam daerah tertentu atau baal, terjadi sesuai dengan tempat tumor pada otak. Berkurangnya fungsi dapat terjadi karena pertumbuhan masuk tumor ke dalam pusat-pusat fungsi yang berkaitan di dalam otak, seperti pendengaran, keseimbangan, penciuman,penglihatan dan gangguan bicara juga serta bahasa, dalam arti bicara, memahami, membaca dan juga menulis.

Terkenanya pada pusat untuk bicara dan bahasa, seperti membaca, atau menulis dan merumuskan serta memahami apa yang dikatakan atau ditulis, sangat mengganggu komunikasi. Keadaan yang terjadi ini memang kejam dan juga tidak dapat dipahami, terkadang berlangsung cepat, suatu perpisaham menyedihkan dengan kontak manusiawi, membuat penderita kehilangan kontak dengan orang terdekat.

Tanda-tanda yang menunjukkan tumor pada otak adalah :

  1. Sakit kepala yang sering terjadi dan biasanya akan menjadi semakin parah
  2. Biasanya pola sakit kepala akan mengalami perubahan
  3. Mual dan juga muntah yang terjadi namun tidak diketahui penyebab pastinya
  4. Gangguan pada penglihatan, seperti penglihatan yang mulai kabur, menjadi dua atau ganda, dan bisa juga penglihatan menjadi hilang.
  5. Gangguan pada pendengaran
  6. Bagian tubuh biasanya merasakan mati rasa dan tidak bisa digerakkan secara normal
  7. Keseimbangan yang terganggu
  8. Susah dalam berbicara dengan jelas
  9. Kepribadian yang berubah menjadi lebih emosional dan tersinggung
  10. Kejang

Tumor pada otak juga bisa menimbulkan suatu komplikasi, seperti :

  1. Edema serebral
    Hal ini terjadi karena adanya suatu peningkatan yang terjadi pada cairan otak dengan berlebihan yang kemudian mengalami penumpukan pada sekitar lesi sehinhga menyebabkan efek massa menambah dan mendesak atau space occupying. Edema serebri bisa terjadi ekstrasel atau vasogenik atau juga intrasel (sitotoksik)
  2. Hidrosefalus
    Gangguan ini terjadi dengan meningkatnya intracranial yang disebabkan oleh adanya ekspansin massa yang ada di dalam rongga cranium yang tertutup yang bisa di eksaserbasi jika obstruksi terjadi di aliran cairan serebrospinal akibat massa.
  3. Herniasi otak
    Komplikasi ini ditandai dengan meningkatnya cairan intracranial yang terdiri dari herniasi sentra, singuli, dan unkus.
  4. Epilepsi
  5. Mtastatse ketempat yang lainnya.

Pengobatan yang dilakukan tumor pada otak adalah :

  1. Terapi radiasi
    Terapi radiasi ini dilakukan dengan menggunakan sinar yang berenergi menjadi lebih tinggi misalnya seperti sinar-X atau proton yang dilakukan untuk memusnahkan sel tumor. Terapi radiasi yang biasanya dilakukan menggunakan mesin radiasi eksternela yang ada di luar tubuh atau juga dengan cara menempatkan radiasi yang ada di dalam tubuh Anda yang beredekatan dengan sel tumor, dan walaupun hal ini biasanya jarang dilakukan. Namun kebanyakan dari pengidapnya akan dirujuk untuk melakukan terapi radiasi eksternal dimana pancaran dari radiasi ini difokuskan pada daerah otak yang terserang sel tumor.
  2. Radiosurgery
    Pengobatan tumor pada otak jenis ini dilakukan dengan cara menggunakan beberapa buah balok radiasi yang mmepunyai fuungsi untuk membunuh sel-sel tumor pada daerah yang kecil sekalipun. Pancaran dari radiasi yang tidak terlalu kuat, namun pada titik dimana adanya suatu balok radiasi, maka pancaran radiasi akan menjadi lebih kuat dan dosisnya juga menjadi lebih besar. Biasanya efek sakit yang muncul dari terapi jenis ini adalah sakit kepala, kelelahan, dan juga rasa mual.

Tumor Pada Otak

 

Posted in Tumor Otak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyakit Tumor Otak

Tumor merupakan susunan saraf pusat yang ditemukan sebanyak kurang lebih 10% dari neoplasma seluruh tubuh, dengan adanya frekuensi 80% terletak pada intracranial dan 20% di dalam kanalis spinalis. Di Negara Amerika terdapat 35.000 kasus baru dari penyakit tumor otak setiap tahun, namun tumor primer susunan saraf pusat dijumpai 105 dari seluruh penyakit neurologi yang ditemukan di rumah sakit umum. Diagnosa penyakit tumor otak ditegakkan juga berdasarkan danya pemeriksaan klinis dan juga pemeriksaan faktor penunjang yaotu pemeriksaan radiologi dan patologi anatomi. Dengan adanya  pemeriksaan klinis kadang-kadang sulitnya menegakkan diagnosa penyakit tumor apalagi membedakan yang benigna dan juga maligna, karena gejala klinis yang ditunjukkan dan yang ditemukan tergantung pada lokasi dari tumor out sendiri, kecepatan pertumbuhan masa tumor dan cepatnya muncul gejala tekanan tinggi intracranial serta efek dari masa tumor kejaringan otak yang bisa menjadi penyebab adanya kompresi. Infasi dan detsruksi dari jaringan otak. Namun demikian ada beberapa jenis tumor yang mempunyai predileksi lokasi sehingga bisa memberikan gejala yang spesifik dari penyakit tumor otak ini.

 Penyakit Tumor Otak

Penyakit Tumor Otak

Penyakit tumor otak merupakan suatu penyakit yang sulit terdiagnosa secara dini, hal ini disebabkan karena pada awalnya menunjukkan berbagai gejala yang menyesatkan dan meragukan namun umumnya berjalan menjadi progresif. Manifestasi klinis tumor otak dapat berupa hal dibawah ini :

  1. Gejala dari serebral umum, nyeri kepala dan juga kejang.
  2. Gejala adanya tekanan darah tinggi intrkranial
  3. Gejala tumor otak yang spesifik
  4. Gejala serebral umum

Ada juga berupa perubahan mental yang ringan yang biasanya ditasakan oleh keluarga dekat dari si pasien, biasanya gejala mental yang ditunjukkan pada pasien adalah mudah marah, mudah tersinggung, emosi yang labil, pelupa, perlambatan aktivitas mental social, kehilangan inisiatif dan spontanitas, mungkin juga diketemukan ansietas dan depresi. Gejala tumor otak ini berjalan progresif dan juga dapat dijumpai pada 2/3 kasus.

Nyeri kepala yang dirasakan sebagai gejala klinis dari penyakit tumor otak dan 30% nya gejala awal penyakit tumor otak adalah nyeri kepala. Sedangkan gejala lanjut yang diketemukan adalah 70% kasus. Nyeri kepala ini bervariasi dari yang ringan dan berepisode sampai berat dan berdenyut, umumnya bertambah berat disaat malam hari dan pada saat bangun tidur serta ada pada keadaan dimana terjadinya peninggian tekanan tinggi intracranial. Adanya rasa nyeri di kepala dengan psikomotor asthenia perlu juga dicurigai sebagai tumor otak.

30 persen pada kasus tumor otak terdapat kasus muntak yang menyertai nyeri kepala. Lebih sering dijumpai pada tumor di fossa posterior, umumnya yang muntah bersifat proyektif dan tak isertai dengan mual.

Hingga saat ini penyebab penyakit tumor otak belum bisa diketahui dengan pasti. Namun terdapat beberapa faktor yang kuat yang menjadi pemicu terjadinya tumor otak ini. Beberapa hal tersebut adaah faktor herediter, kongenital, virus, toksin, dan juga defisiensi immunologi. Ada juga yang mengatakan bahwa penyebab penyakit tumor otak adalah karena trauma cerebral dan juga penyakit peradangan. Metastase dari otak ke tumor bagian tubuh lainnya juga bisa saja terjadi. Namun biasanya karsinoma metastatse lebih sering menuju pada ke otak dari sarkoma. Dan lokasi yang utama dari tumorotak metastase ini biasanya berasal dari payudara dan paru-paru.

Pemeriksaan diagnosis yang dilakukan pada penyakit tumor otak adalah :

Pemeriksaan Penyakit Tumor Otak

Pemeriksaan Penyakit Tumor Otak

  1. Scan otak : yang dilakukan untuk meningkat isotoppada tumor.
  2. Angiograf serebral : deviasi pembuluh darah
  3. X-ray tengkorak : erosi posterior atau adanya suatu klasifikasi pada intrakranial
  4. X-ray dada : dilakukan dengan mendeteksi tumor paru rpimer atau juga penyakit metastase
  5. Ct Scan atau MRI : dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi vaskuler tumor, perubahan yang terjadi pada ukuran ventrikel serebral
  6. Ekoesafelogram : peningkatan yang terjadi pada struktur midline

Penatalaksanaan dari penyakit tumor otak adalah melakukan suatu tindakan palatip yang melibatkan suatu penghilangan atau juga untuk mengurangi simtomatologi serius. Pendekatan dari terapeutik ini biasanya mencakup untuk radiasi yang merupakan dasar dari pengobatan, pembedahan yang biasanya ada pada metastase intracranial tunggal, kemoterapi.

Kortikosteroid yang mempunyai manfaat untuk membantu mengurangi sakir kepala dan juga perubahan pada kesadaran. Hal ini biasanya dianggap kortikosteroid seperti (deksametason, prednison) yang bisa menurunkan gejala radang yang terjadi pada sekitar pusat metastase dan juga bisa menyebabkan penurunan yang terjadi pada edema yang ada disekitarnya.

Sedangkan obat yang dipakai untuk pengobatan tumor otak adalah obat-obat yang termasuk ke dalam agen osmotic seperti manitol atau gliserol yang mempunyai manfaat untuk membantu menurunkan cairan yang ada pada otak, yang ditunjukkan dengan penurunan pada TIK. Obat-obatan yang digunakan salah satunya adalah jenis obat ant kejang yang digunakan untuk mencegah munculnya kejang dan untuk mengurangi kejang.

 Penyakit Tumor Otak

Posted in Tumor Otak | Tagged , , , , , | Leave a comment