Penyakit Tumor Pada Otak

Penyakit tumor pada otak memiliki berbagai macam tipe yang bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Tidak ada batasan usia yang bisa membatasi terjadinya penyakit ini. Penyakit tumor otak ini memang tidak menular namun sangat berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Penyebab dari penyakit tumor pada otak ini belum dapat diketahui hingga saat ini secara pasti, walaupun genetic dan faktor lingkungan juga dapat berperan sebagai penyebab dari adanya tumor otak ini dalam perkembangannya. Namun ada beberapa faktor resiko yang meliputi hal dibawah ini:

Faktor genetic.
Faktor keturunan penyakit tumor pada otak memanikan peranan yang kecil dalam penyebab utama sebagai brain tumor atau tumor otak. Dibawah 5%penderita penyakit glioma mempunyai sejarah keluarga yang menderita penyakit tumor otak. Beberapa penyakit warisan seperti tuberous selerosis, neurofibriomatosis tipe I, Turcot syndrome dan Li-Fraumeni cancer syndrome, bisa mempengaruhi pasien menjadi penderita glioma. Dan bagaimana juga, tumor-tumor ini cenderung terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang tidak terjadi pada mayoritas penderita glioma.

Penyakit Tumor Pada Otak

Penyakit Tumor Pada Otak

Gejala dan tanda spesifik yang terjadi pada tumor otak, biasanya menunjukkan pada keterangan lokasi intracranial tumor. Tanda-tanda lateral, meliputi hemiparesis, aphasia, dan visual-field deficitsnampak pada sekitar 50% pasien. Kejang merupakan gejala yang biasa nampak pada penyakit tumor pada otak, terjadi pada sekitar 25% pasien dengan high-grade glioma dan pada sekurangnya 50% dengan low-grade tumor. Seizure dapat terjadi pada keseluruhan maupun parsial.

Pemeriksaan penyakit tumor pada otak diagnosis dilakukan dengan cara terbaik dengan penggunaan cranial MRI. MRI harus menjadi suatu pemeriksaan pertama pada pasien dengan adanya tanda dan juga gejala yang ditunjukkan kelainana pada intracranial. MRI menggunakan magnetic filed bertenaga untuk menentukan nuclear magnetic spin dan resonasi yang tepat pada sebuah jaringan yang bervolume kecil. Jaringan ini yang berbeda dan juga memiliki nuclear magnetic spin dan resonasi yang berbeda pula.

CT scan juga merupakan salah satu bentuk pemeriksaan tumor pada otak. Pemeriksaan CT scan ini yang menggunakan sinar-X dengan penggunaan computer yang akan menghasilkan gambar organ-organ dari tubuh manusia. CT scan juga dapat digunakan apabila MRI tidak tersedia. Namun pada low-grade tumor pada posterior fossa dapat terlewatkan dengan CT scan.

Pengobatan pada penyakit tumor otak yang dilakukan salah satunya adalah dengan melakukan radiotherapy. Radioterapi merupakan salah satu pengobatan awal yang penting dalam hal penanganan dan penatalaksanaan dari proses keganasan tumor. Banyaknya penelitian yang menunjukkan bahwa modal awal dari terapi pembedahan yang dilakukan akan memberikan suatu hasil yang lebih optimal dan maksimal jika diberikan dengan suatu kombinasi terapi yang bersamaan dengan kemoterapi dan radioterapi.

Kebanyakan kasus tumor otak biasanya bersifat radioresponsif atau moderately sensitive. Hal ini yang membuat tumor dengan ukuran terbatas pada pemberian dosis tinggi dari radiasi yang diharapkan bisa membantu mengeradikasi semua sel-sel penyebab tumor otak. Namun, pemberian dosis ini haruslah dibatasi dengan suatu toleransi hariingan sehat yang ada disekelilingnya. Dan semakin dikit jaringan sehat yang ada maka akan semakin tinggi dosis yang harus diberikan. Hal ini bertujuan utnuk membantu menyiasati jika diperlukan suatu metode serta juga teknik pemberian pada radiasi dengan menggunakan tingkat presisi yang tinggi. Sedangkan glioma bisa ditangani dengan melakukan terapi radioterapi yang terarah pada tumornya sementara metastatis sedangan diterapi dengan menggunakan radiasi pada seluruh otak. Radioterapi juga dilakukan untuk penatalaksanaan pada jenis tumor otak yang jinak misalnya seperti penakit adenoma hipofisis.

Pengobatan tumor otak selanjutnya adalah melakukan kemoterapi. Kemoterapi yang dilakukan adalah dengan menggunakan powerfull drugs atau juga bahka  bisa juga menggunakan satu atau dikombinasikan. Tindakan ini biasanya dilakukan dengan maksud untuk membunuh dan memusnahkan sel tumor pada penderita. Biasanya obat yang diberikan adalah obat minum atau obat oral, Iv, atau bisa juga dengan cara shunt. Tindakan ini juga dilakukan di dalam siklus, dan biasanya satu siklus terdiri dari treatment yang intensif dalam waktu yang lebih singkat, kemudian diikuti dehgan waktu istirahat dan waktu pemulihan. Dan disaat siklus kedua sampai 4 sudah dilakukan dengan lengkap, maka biasanya pasien harus dianjurkan untuk beristirahat dan melihat apakah tumor memberikan respon pada adanya suatu trapi yang sudah dilakukan atau tidak.

Walaupun penyakit tumor otak ini sudah diobati, namun hanya sekitar 25% saja pada penderitanya yang bisa bertahan hidup selama kurang lebih 2 tahun. Prognosis yang dilakukan dengan baik biasanya ditemukan pada jenis astrositoma dan juga oligodendroglioma, dimana biasanya kanker atau tumor tidak akan kambuh dalam kurun waktu 3-5 tahun setelah pengobatan dilakukan. Dan sekitar 50% dari mereka yang mengalami meduloblastoma yang sudah diobati akan bertahan hidup lebih dari 5 tahun.

Penyakit Tumor Pada Otak


>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!


This entry was posted in Tumor Otak and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>